Sunday, October 18, 2020

Ketua Komisi II dan Kadiskoperindag Menanggapi Kritik Pembangunan Gapura di Pasar Induk Bondowoso

Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Andi Hermanto.
BONDOWOSO – ijenpost.com
– Kritik pedas dari pendukung KH Salwa Arifin saat mencalonkan sebagai Bupati Bondowoso, tentang Pembangunan Gapura di Pasar Induk Bondowoso, menggunakan dana promosi Bank Jatim Cabang Bondowoso, dianggap kurang memperhatikan asas manfaat, dan tidak menyelesaikan permasalahan sepinya pengunjung.

Kritik pedas tersebut ditanggapi oleh Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Andi Hermanto. Menurutnya, Pembangunan Gapura Pasar Induk di biayai dari dana promosi Bank Jatim, jadi tidak ada kewenangan pemerintah daerah dalam menentukan titik pembangunan atau jenis bangunan.

“Itu dana promosi Bank Jatim, bagian dari promosi Bank Jatim, pastinya pembangunannya ditempatkan di pusat keramaian. Pembangunan gapura di pasar induk Bondowoso merupakan bagian dari bentuk promosi dan strategi pemasaran dari Bank Jatim. Kewenangan pemerintah, mungkin cuma terkait perizinan”.

“Dana promosi Bank Jatim, Pemerintah hanya sebagai penerima manfaat, tidak ada yang perlu dipersoalkan, jadi kritik pembangunan gapura pasar induk tersebut, terlalu mengada-ada”, kata politikus PDIP tersebut.

Menanggapi kritik sepinya pembeli di Pasar Induk Bondowoso, Andi Hermanto mengatakan tidak hanya terjadi di Bondowoso, bahkan di seluruh dunia mengalami bencana ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

“Saat ini harga komoditas murah, karena terjadinya musibah pandemi Covid-19. Bukan karena pengelolaan daerah yang salah, dampak bencana pandemi Covid-19 terjadi di seluruh dunia. Campur tangan pemerintah sudah banyak, dibuktikan dengan penyaluran bantuan-bantuan, seperti bantuan langsung tunai yang diserap oleh Dana Desa”.

Semua bantuan pemerintah tersebut dalam rangka menggerakkan perekonomian, salah satunya untuk berbelanja ke pasar. Jadi sekarang ini, bertahan dulu dengan kondisi seperti ini, sambil menunggu berakhirnya bencana pandemi Covid-19, baru kita bergerak lagi, jelas Andi Hermanto. 
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Drs. Sigit Purnomo, M.Si
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Drs. Sigit Purnomo, M.Si, menanggapi positif kritik dari masyarakat sebagai fungsi kontrol sosial atas jalannya pemerintahan. Sigit Purnomo menyatakan, Pembangunan Gapura di Pasar induk adalah salah satu upaya Pemkab Bondowoso untuk meningkatkan omzet penjualan para pedagang dengan cara menambah fasilitas yang bisa meningkatkan estetika keindahan dan keamanan.

“Dengan kondisi pasar yang indah dan bersih tentunya akan banyak pengunjung yang datang. Dengan pasar yang aman juga akan meningkatkan rasa nyaman berbelanja di pasar. Semua itu akan menjadi strategi pemasaran dari Diskoprindag Bondowoso”.

“Sebaliknya, jika pasar kotor jorok dan tidak tertib tentunya para pengunjung tidak akan senang berbelanja apalagi ditengah situasi pandemi ini”, kata Sigit Purnomo.

Pemerintah Daerah Bondowoso, lanjut Sigit Purnomo, saat ini terus berupaya Penyempurnaan organisasi dalam pengelolaan pasar daerah dengan membentuk UPT Pasar. Upaya ini juga merupakan komitmen Pemda dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Terkait masih merebaknya penyebaran virus Corona (Covid-19) di masyarakat, Sigit Purnomo, mengharapkan penegakan disiplin protokol kesehatan di pusat Pasar Tradisional, mutlak untuk dilaksanakan dan harus didukung oleh seluruh pedagang. (Tim)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/