Thursday, November 12, 2020

Bupati Bondowoso Terkesan “Diam”, Ada Kerabat Dekatnya Menjadi Makelar Proyek dan Backup Rekanan

BONDOWOSO – ijenpost.com -
Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arfin, terkesan diam dan membiarkan merebaknya berbagai isu jika ada kerabat dekatnya menjadi “makelar proyek” dan backup rekanan. Ini menjadi preseden buruk atas visi misi pemerintah “Tanpa Korupsi, Tanpa pungli dam Tanpa jual beli jabatan”.

Sikap diam Bupati, seakan “mengamini” setiap langkah kerabat dekatnya untuk intervensi di segala lini kegiatan pemerintah. Kritik ini disampaikan oleh Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bondowoso, H. Sutriyono,. MM menanggapi merebaknya kabar viral CV. Ragnarock yang bersikap arogan pada saat Komisi III DPRD Bondowoso menyidak kegiatan proyek rehabilitasi Bang Sal Kayu Sapi I di Desa Leprak, Kecamatan Kelabang Kabupaten Bondowoso.

“Mana Dhafir (Ketua DPRD, Red), mana Dhafir. Saya sudah telepon Irwan (Wakil Bupati) 3 (tiga) kali”, kata Sutriono menirukan kearoganan pemilik CV. Ragnarock.

Selain itu, juga ada oknum DPR RI dari Partai Penguasa yang juga membackup penuh CV. Ragnarock. Oknum Anggota DPR RI tersebut sampai menelpon Anggota Partainya di tingkat Kabupaten yang kebetulan anggota DPRD Bondowoso, untuk melindungi proyek yang saat ini dikerjakan oleh CV. Ragnarock Bondowoso. “Ini proyek CV. Ragnarock, tolong di backup, agar tidak rame”, jelas Sutriono menirukan pesan oknum anggota DPR RI yang menelepon salah satu Anggota DPRD Bondowoso.

“Meskipun belum bisa dibuktikan secara hukum, namun isu dugaan “makelar proyek” dan backup rekanan yang dilakukan kerabat dekat Bupati dan Oknum Anggota DPR RI tersebut telah merebak di kalangan masyarakat Bondowoso itu sendiri”, kata Sutriyono

Bahkan, akibat ulah Kerabat dekat Bupati, tidak sedikit rekanan yang bernaung di berbagai asosiasi kontraktor harus “GIGIT JARI” selama hampir tiga tahun periode perjalanan pemerintahan Bondowoso dibawah pimpinan KH. Salwa Arifin.

Selain untuk kepentingan kerabat dekat Bupati, makelar proyek ini juga diduga dilakukan oleh orang-orang dekat lingkaran kekuasaan.

Di kalangan masyarakat Bondowoso, sudah menjadi rahasia umum terutama bagi para rekanan yang murni mencari nafkah di bidang jasa konstruksi, setiap tahun anggaran, kerabat dekat Bupati sering disebut-sebut rekanan dapat memastikan dapat tidaknya pekerjaan kepada rekanan. “Untuk dapat pekerjaan, rekanan harus berhubungan dengan para makelar proyek tersebut, jika tidak rekanan akan sulit mendapatkan pekerjaan”, jelas Sutriono.

Bahkan kabarnya, lanjut Sutriyono Kepala Dinas terkait juga ikut merasa tertekan akibat intervensi kekuasaan yang diduga dilakukan kerabat dekat Bupati dalam setiap proses pelelangan pekerjaan pembangunan di Bondowoso, baik bersumber dari dana APBD Kabupaten, APBD Provinsi Jatim maupun yang bersumber dari APBN.

Hal ini dipahami oleh banyak pihak, euforia kemenangan KH. Salwa Arifin menjadi Bupati Bondowoso sampai saat ini masih terasa. Sehingga kerabat dekat Bupati sangat menikmati “rampasan perang” atas kemenangan KH. Salwa sebagai Bupati.

Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifin, yang ingin diperoleh klarifikasinya atas mencuatnya isu adanya kerabat dekat yang menjadi makelar proyek dan backup rekanan, Kamis (12/11/2020), belum dapat di hubungi.

Meski demikian, redaksi akan terus berupaya untuk mendapatkan keterangan dari KH Salwa Arifin, guna penayangan berita selanjutnya, atas tanggapan dan klarifikasi resmi dari Bupati Bondowoso. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/