Saturday, December 19, 2020

UMJ Gelar Uji Kompetensi Wartawan Perdana

JAKARTA, Bertempat di gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (LUKW UMJ) menggelar uji kompetensi perdana, Sabtu, 19 Desember 2020.

Pelaksanaan uji kompetensi akan dilakukan hingga Minggu (20/12), sekaligus mengumumkan peserta yang lulus uji kompetensi

LUKW UMJ sendiri merupakan lembaga yang baru dilaunching Senin (5/10) lalu. LUKW UMJ merupakan lembaga uji ke-28 yang di seluruh Indonesia yang terverifikasi Dewan Pers.

Sementara bagi parsyarikatan, LUKW ini menjadi yang pertama dimiliki di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Gelaran Uji Kompetensi ini diikuti oleh 11 jurnalis dari media online dan televisi sebagai peserta yang diujikan.

Hadir sebagai penguji yaitu Marah Sakti Siregar (Ketua Penguji (Persatuan Wartawan Indonesia), Dr. Retno Intani ZA,  M.Sc (tim Penguji UKW UMJ), dan Dr. Wahyudi M. Pratopo, M.Si (tim Penguji UKW UMJ).

Marah Sakti Siregar menjelaskan, penataan ekosistem pers sangat mendesak. Saat ini Dewan Pers tengah mengelola hal ini untuk profesionalitas wartawan. Menyoal kompetensi wartawan ini sudah diserukan sejak Piagam Palembang yang ditanda-tangani oleh berbagai perusahaan pers. Semua perusahaan media yang menanda-tangani piagam ini wajib memiliki komitmen untuk melaksanakan, menjaga dan menjamin tegaknya standarisasi profesionalisme kerja media.

Lebih jauh Marah mengungkapkan, bahwa Uji Kompetensi Wartawan terdiri atas 3 jenjang yaitu Utama, Madya dan Muda. Materi uji yang diberikan bagi jenjang utama antara lain Membangun Jejaring, Rapat Redaksi, Mengevaluasi Rencana Liputan, Menentukan Bahan Layak Siar dan Kebijakan Rubrikasi Liputan dan Redaksional. Sementara materi jenjang muda antara lain Merencanakan/Mengusulkan Liputan, Rapat Redaksi, Mencari Bahan Liputan Acara Terjadwal, Wawancara Cegat dan Menulis Berita,

"Kehormatan dan wartawan sebagai pekerja intelektual harus sesuai marwahnya. Kerja wartawan harus memiliki standar strategis bukan sekedar teknis dimana kompetensi, sikap, attitude dan skill harus sama-sama profesional. Bila ini sudah dimiliki, maka pers tidak bisa didikte oleh siapapun karena wartawan harus patuh pada kode etik yang ada",terah Marah.

Sementara itu Direktur LUKW UMJ, Tria Patrianti S.Sos., M.Ikom, menyampaikan bahwa peserta yang hadir pada uji kompetensi perdana ini mewakili media penyiaran TV, cetak dan online. Mereka berasal dari DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Lebih jauh Tria menjelaskan, semangat LUKW UMJ memberikan peningkatan pengetahuan, sikap dan skills bagi peserta demi lahirnya wartawan yang professional sesuai standar Dewan Pers.

"Hal ini sejalan dengan semangat  persyarikatan khussnya Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah yang memiliki fokus program meningkatkan kompetensi dan profesionalitas pekerja media,"paparnya.

Setelah Uji Kompetensi perdana ini, LUKW UMJ akan meneruskan dengan jadwal uji kompetensi berikutnya yang akan berlangsung di beberapa kota. Semua calon peserta dapat mengikuti jadwal Uji Kompetensi dengan mengikuti informasinya di akun Instagram LUKW UMJ yang rutin mengupdate jadwal Uji Kompetensi Wartawan. (Red).



Foto 2.jpg
 

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/