Monday, January 11, 2021

Akhirnya Pemkab Bondowoso Akui “Kotak Amal” Bondowoso Bersedekah Keliru

 

BONDOWOSOijenpost.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso serius menangani persoalan di “Kotak Amal” Bondowoso Besedekah. Hari ini, senin (11/01) Komisi III menggelar rapat kerja dengan Pemerintah untuk meminta jawaban Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bondowoso, Hj. Farida terkait polemik Program Gerakan Tanggap dan Peduli Rakyat Miskin (Tape Manis), yang direalisasikan dengan menempatkan “Kotak Amal” untuk mencari sumber dana dari bantuan masyarakat.

Ketua Komisi III, Sutriono ditemui media di Kantor DPRD Bondowoso usai rapat kerja dengan Bappeda, mengatakan, kami menggaris bawahi, bahwa Bondowoso Bersedekah adalah program inovasi daerah. Yang di launching 2018. “Tentunya program baru tersebut, kami dari Komisi III sangat mendukung program pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan, yang sebenarnya muaranya adalah kesemrawutan data base kemiskinan”.

“Dalam konsideran Perbub 42A, Gerakan Tape Manis, pemkab Bondowoso tidak mencantumkan Permensos 15 Tahun 2017 sebagai petunjuk pelaksanaannya. Meskipun APBD tidak mampu mengcover, sehingga butuh instrumen/perangkat lain dalam membantu masyarakat miskin, tetapi harus dilaksanakan sesuai ketentuan PerUndang-Undangan”.

Sutriono menegaskan bahwa pelaksanaan pengumpulan dana sumbangan dari masyarakat itu salah. “Jika ditanya benar atau salah, pelaksanaan program “Kotak Amal”, jelas salah, hanya tadi Bu. Farida (Kepala Bappeda) tidak bilang secara langsung, tetapi dengan mengalihkan pengumpulan dana sumbangan masyarakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang akan mengumpulkan, itu sudah jelas makna yang terkandung”.

“Program apapun yang dilakukan pemerintah, adalah mandat Bupati kepada OPD terkait, jika tupoksinya dekat dengan kemiskinan atau kesejahteraan sosial, seharusnya mandat didelegasikan kepada Dinas Sosial. Karena dari awal proses inisiasi program dari Bappeda, kami tetap apresiasi. Persoalan hari ini sudah siap, program ini nanti pindah ke Dinas Sosial, dan mulai PAK 2021, operasional Program ini dari Dinas Sosial”.

Kepala Bappeda Bondowoso, Hj. Farida, menyatakan bahwa semua sudah dijelaskan kepada Komisi III secara lengkap, terkait tujuan dan ending dari program ini adalah ingin menanggulangi program kemiskinan. Tujuan dari program ini menerima pengaduan manyarakat miskin yang tidak tersentuh oleh program pemerintah.

“Kotak amal mungkin nanti namanya bukan “Bondowoso Bersedekah”, tetapi mungkin namanya “Sedekah Untuk Baznas”, tidak masalah, yang terpenting masyarakat miskin yang tidak tersentuh (APBD) dan mengadukan permasalahannya dapat terbantukan dengan baik”, pungkas Farida. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/