Thursday, February 11, 2021

Ketua DPRD : PPL Pertanian Garda Terdepan Pembangunan Pertanian

BONDOWOSO – ijenpost.com – Kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto sekitar 29,20% dan menyerap lebih dari 56,26% tenaga kerja penduduk Bondowoso di pedesaan. Sektor Pertanian hanya menyumbangkan 1,21% pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bondowoso kalah jauh dari sektor Industri pengolahan yang mencapai 8,62% pada tahun 2019. Ini menandakan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bondowoso tidak selaras dengan pemerataan ekonomi. Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, di Wisma DPRD, Kamis 11/02/2021.

Menurut H. Ahmad Dhafiir, Keberadaan Bondowoso selaku daerah Agraris seharusnya mampu menempatkan petani sebagai subyek penting untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso agar tidak berada di garis kemiskinan.

“Menjadikan pertanian sebagai sebuah industri yang diikuti dengan pola pertanian berkelanjutan yang selalu mengikuti tuntutan kekinian dengan melakukan inovasi-inovasi untuk merebut dan menciptakan pasar seperti pengembangan sektor agrobisnis, dan agroindustri”, lanjutnya.

“Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian ini harus banyak yang dibenahi dan salah satu hal pentingnya adalah kualitas sumber daya manusia, karena jika dilihat masalah utama petani di pedesaan adalah rendahnya pengetahuan dan kreativitas dari petani, agar pembangunan pertanian terus berkembang dan berkelanjutan”.
 

Di sinilah, jelas H. Ahmad Dhafir, pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), karena peran mereka sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian. PPL menjadi garda terdepan yang berperan memberikan dorongan kepada petani agar mampu mengubah cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup yang lebih sesuai dengan perkembangan, baik pengetahuan budidaya maupun teknologi dan menyampaikan aspirasi dari petani ke pembuat kebijakan.

“Maka PPL harus diperhatikan kesejahteraannya, berdasarkan peraturan regulasi yang ada dengan berazaskan keadilan dan kelayakan serta berpedoman kepada kemampuan keuangan daerah untuk meningkatkan semangat kerja, serta meningkatkan loyalitas dan tanggung jawab Penyuluh Pertanian Lapangan terhadap pekerjaannya”.

“PPL jangan hanya dituntut kewajibannya saja dengan berbagai macam beban pekerjaan, demikian juga sebaliknya PPL juga jangan hanya menuntut hak mereka, tetapi pekerjaan dan tanggung jawab sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan tidak diselesaikan. “Memang bukanlah hal yang mudah untuk meningkatkan dan menjaga motivasi, inovasi para Penyuluh Pertanian Lapangan, karena mereka mempunyai pikiran, perasaan, status, keinginan dan latar belakang yang heterogen”.

H. Ahmad Dhafir meminta, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pertanian, harus bisa mendorong PPL agar tetap produktif, kreatif sebagai penyuluh, pendidik, teman dan teman curhat petani dengan memberikan rasa aman dan nyaman kepada para PPL. Sehingga para PPL memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi sebagai penunjang keberhasilan pekerjaan untuk menyusun basis data lahan pertanian se-Kabupaten Bondowoso.

“PPL dapat melakukan pendekatan kepada Poktan ataupun perorangan dalam upaya mengubah pola pikir dan cara kerja para petani supaya mampu mengikuti perkembangan jaman serta perkembangan teknologi pertanian. Semisal tentang pupuk berimbang, pengetahuan cara cara baru dalam budidaya tanaman, itu semua dalam upaya meningkatkan efisiensi usaha tani untuk bisa meningkatkan kesejahteraan petani, sehingga petani bisa menjadi kekuatan ekonomi dan sosial di masyarakat”.

“Para Penyuluh Pertanian Pelaksana Pemula yang ada sekarang, mereka menjadi garda terdepan dalam mengunjungi kelompok tani untuk melakukan advokasi, pembinaan, maupun penyuluhan serta berdiskusi untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan mengenai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, dan pendapatan para petani di wilayah kerja harus terus di support agar bisa segera menjadi Penyuluh Pertanian Terampil dan dengan kesinambungan. Proses mereka bisa menjadi Penyuluh Pertanian Ahli, dan itu semua adalah aset Sumber daya Manusia terampil bagi pemerintah kabupaten Bondowoso dan sudah selayaknya Pemerintah Kabupaten untuk memperhatikan tingkat kesejahteraan para PPL”, pungkasnya. (Cak War)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/