Tuesday, February 9, 2021

Pemerintah Respon Cepat Carut Marut Distribusi Pupuk Bersubsidi

BONDOWOSO – ijenpost.com – Rapat Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Bondowoso, membahas ketidaksesuaian data luas lahan tanam pertanian, dipimpin langsung oleh Pj Sekda, Sukaryo, Sh., MM., di gedung Sababina Setkab Bondowoso. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Kecamatan dan Dinas Pertanian Bondowoso, Senin 08 /02/2021.

Rapat KP3, disamping sinkronisasi data luas lahan tanam antar instansi terkait, juga upaya untuk validasi, verifikasi dan menyempurnakan data Electronic Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Elektronik (e-RDKK) dan Kartu Tani guna memperbaiki penanganan pupuk bersubsidi di Bondowoso.

Menurut, Sukaryo, saat ini masih ditemukan permasalahan-permasalahan terkait pupuk bersubsidi, terutama permalahan distribusi dan tata niaganya. Sehingga pemerintah harus mengambil langkah cepat dalam menangani permasalahan yang ada.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Hendri Widotono, mengaku akan melaksanakan semua hasil rapat KP3. "Memang terjadi ketidaksesuaian data luas lahan, terutama di Kecamatan Cermee dan Botolinggo. Selanjutnya PPL Pertanian akan aktif berkoordinasi dengan Kecamatan, Pemerintah desa dan Kelompok Tani, dengan menggunakan data berbasis KTP, KK dan SPPT-PBB objek pajak. Ada 7 Kecamatan yang paling mencolok ketidaksesuaian datanya".

Dinas Pertanian akan mengambil langkah-langkah, lanjut Hendri Widotono, PPL harus pro aktif mensosialisasikan standart penggunaan pupuk bersusbsidi dengan pola tanam menggunakan sistem pupuk berimbang, agar petani tidak terlalu berlebihan menggunakan pupuk bersubsidi. Dapat mengurangi biaya pemupukan, menjaga hara tanah dan meningkatkan hasil panen”.

KP3 Kabupaten Bondowoso juga akan membentuk Tim tingkat Kecamatan, yang tugasnya untuk mengetahui jadwal pengiriman pupuk bersubsidi kepada masing-masing kios, dan juga malakukan koordinasi data. Sehingga tidak terjadi kekacauan data seperti sekarang. Singkronisasi data luas lahan tanam secara riil dan kongkrit, akan menjadi dasar penetapan kuota pupuk bersubsidi di masing-masing kecamatan dan jadwal pengiriman, lanjut Hendri Widotono.

Untuk monitoring pupuk bersubsidi, Hendri Widotono mengatakan akan menyediakan Call Centre, agar mempermudah petani, pemerintah desa dan Kecamatan mendapatkan informasi terkait distribusi pupuk bersubsidi. Pemerintah juga akan membuat banner sosialisasi pupuk bersubsidi, yang menginformasikan berapa jatah kuota pupuk bersubsidi masing-masing Kecamatan, Harga Eceran tertinggi (HET) dan prosedur petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi.

Harapan Hendri Widotono, dengan sinkronisasi data luas lahan tanam dengan instansi terkait, data e-RDKK dan Kartu Tani akan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pupuk petani dan tidak akan terjadi lagi kelangkaan pupuk bersubsidi.

Sinkroniasisi data luas lahan tanam petani, juga dapat mempermudah petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan distribusi pupuk bersubsidi secara tepat sasaran.

"Dalam hal terjadi kekurangan atau kelebihan, pemenuhan pupuk bersubsidi akan dilakukan melalui realokasi antar waktu atau antar wilayah distribusi pupuk bersubsidi," paparnya. (Cak War)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/