Wednesday, March 24, 2021

Bupati Bondowoso Pastikan Angka Stunting Turun

BONDOWOSO – ijenpost.com
– Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, memastikan dari tahun ke tahun angka stunting di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami penurunan secara signifikan berdasarkan hasil bulan timbang yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Bondowoso.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Salwa saat memberikan sambutan dalam acara Rembug Stunting di Pendopo Bupati, Rabu (24/3/2021).

Lebih lanjut, Bupati Salwa menjelaskan, pada bulan Februari 2019, stunting di Bondowoso berada di angka 17,54 persen, dan pada bulan Agustus 2019 adalah 14,59 persen.

Pada tahun 2020 hasil bulan timbang di bulan Februari di angka 13,1 persen, dan hasil bulan timbang pada bulan Agustus 2020 ada di angka 12,23 persen.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) Tahun 2018, prevalensi stunting di Bondowoso mencapai angka 32 persen. Dari sekian angka tersebut bahwa prevalensi stunting di Bondowoso mengalami penurunan hingga mencapai di atas angka 4 persen.

"Dari target yang ditentukan dalam setahun, yaitu sebesar 10,66 persen dalam dua tahun (2019-2020)," jelasnya.

Bupati Salwa menghimbau agar masyarakat selalu berpartisipasi dalam kegiatan posyandu di tingkat desa, baik ibu hamil, bayi sampai balita dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bupati Salwa pula meminta agar juga hasil bulan timbang diinput pada electronic pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM).

Dia juga menghimbau, agar kepala Puskesmas menyampaikan hasilnya kepada lintas sektor di wilayahnya. Baik desa maupun kecamatan. Pada akhirnya pemangku kebijakan mengetahui sasaran stunting yang nanti harus dilakukan intervensi. Baik secara spesifik dan sensitif.

Intervensi spesifik dilakukan kata dia, utamanya pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), yang dimulai sejak awal kehamilan sampai anak berusia 2 tahun, yang disebut juga dengan masa emas atau golden periode.

"Intervensi spesifik pada masa ini seiring dengan program percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi," jelasnya.

Sementara untuk tahun 2020 jumlah kematian ibu ada 19 kematian ibu atau 177,4/100.000 KH. Sedangkan jumlah kematian bayi yaitu 168 kematian 15,6/1000KH.

Penurunan angka stunting merupakan bagian unsur dalam peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Sebab umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), merupakan aspek IPM.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Pembangunan manusia di Kabupaten Bondowoso pada Tahun 2020 terus mengalami kemajuan.

Pada Tahun 2019 IPM Kabupaten Bondowoso mencapai 66,09 persen dan selanjutnya pada Tahun 2020 mencapai 66,43 persen atau tumbuh sekitar 0,51 persen.

Oleh karena itu, Bupati Salwa Arifin bertekad untuk terus menekan angka stunting di Bondowoso.

"Salah satunya peningkatan sanitasi. Sebab dari 219 desa/kelurahan baru 94 desa yang ODF (open defecation free) atau warga tidak buang air besar di sungai. Artinya ada 125 desa yang warganya masih buang air besar sembarangan," pungkasnya. (*)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/