Thursday, March 11, 2021

Ketua DPRD Bondowoso Meminta Polres Situbondo Usut Tuntas Pelaku Pelanggaran Distribusi Pupuk Bersubsidi

BONDOWOSO – ijenpost.com
– Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, mengapresiasi Aparat kepolisian sektor (Polsek) Panji Situbondo atas tertangkapnya pelaku pelanggaran distribusi pupuk yang berasal dari Kabupaten Bondowoso. Petugas telah berhasil mengamankan Rudi Anto (34) dan Ahmad Faisol (21) beserta barang bukti 2 ton pupuk bersubsidi dengan modus menjual pupuk hak masyarakat Bondowoso ke Situbondo. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahamd Dhafir, di Wisma DPRD, Kamis 11/03/2021.

Menanggapi hal tersebut, H. Ahmad Dhafir, menyesalkan hal tersebut terjadi. “Dari awal sudah saya sampaikan ke Pemerintah, bahwa carut marut distribusi pupuk bersubsidi di Bondowoso, berpeluang untuk disalahgunakan, dan sekarang terbukti. Sebagai wakil rakyat, tentu harus menyuarakan terhadap apa yang dirasakah rakyat”.
 
Baca juga : Carut Marut Pupuk Bersubsidi, KP3 Diam Karena "Terlibat atau Tidak Cakap"

Data statistik Bondowoso, 56,26% masyarakat menggantungkan hidupnya di sektor pertanian, yang memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yaitu sebesar 29,20%. Tetapi justru pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian terendah hanya diangka 1,21%, jelas H. Ahmad Dhafir.

“Artinya pertanian belum bisa men-sejahterakan rakyat, belum lagi petani masih ditambah beban pembiayaan yang dikeluarkan antara lain, pupuk bersubsidi yang seharusnya hanya Rp225 ribu, di pasaran pada kisaran Rp400.000 bahkan ada yang mencapai Rp450.000. Makanya niat pemerintah memberikan pupuk bersubsidi untuk meringankan beban rakyat dan meningkatkan pendapatan buruh tani. Setiap kwintal pupuk, ada subsidi dari uang negara sekitar Rp400.000, per ton bisa 4 juta, bayangkan sampai puluhan ribu ton”.
 
Baca juga : Ketua DPRD Bondowoso Kritik Carut Marut Pendistribusian Pupuk Bersubsidi

Carut marut pupuk bersusidi dari Dinas Pertanian ini, akhirnya dimanfaatkan oleh oknum-oknum dan disalahgunakan. “Saya sudah sampaikan dari awal, benang kusut ini bukan di kios pupuk, tetapi dari pihak KP3 dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada distruibutor dan kios pupuk, Dinas Pertanian Bondowoso yang salah melakukan input data E-RDKK, dan juga pengawasan pendistribusian pupuk kepada petani, lanjut H. Ahmad Dhafir.

“Ini Bagian kecil dari yang sudah terungkap, maka jangan hanya fokus pada penangkapan pelaku penggelapan pupuk, tetapi juga harus perbaiki kembali tata kelola pupuk bersubsidi, sesuai dengan jumlah lahan dan bukan hanya mengacu pada RDKK”.

“Makanya saya selaku Pimpinan DPRD Bondowoso sangat mendukung Polres Situbondo yang sudah melakukan penangkapan itu dan saya minta untuk diusut tuntas, siapapun dibelakangnya, jangan hanya kios dan sopir, distributornya siapa? Dan pada Dinas Pertanian Bondowoso juga,” pungkas H. Ahmad Dhafir. (Cak War)

Cak War

Asosiasi Media Online Indonesia

Asosiasi Media Online Indonesia

Mitra Ijen Post

Logo Ijen Post

INFO HARGA SEMBAKO JAWA TIMUR

http://picasion.com/